Thursday, May 8, 2008

Konfigurasi Linux sebagai Gateway Internet

Di tutorial jaringan komputer kali ini saya
akan menjelaskan proses installasi linux yang nantinya akan dijadikan sebagai
gateway internet.
Btw, gateway itu sendiri memiliki definisi sebuah komputer yang melayani konversi
protokol antara beberapa tipe yang berbeda dari suatu network atau program
aplikasi. Sebagai contoh, sebuah gateway dapat meng-convert sebuah paket TCP/IP menjadi paket NetWare IPX atau dari Apple Talk menjadi DECnet, dan lain-lain. (Andino-Kamus TI – Ilmukomputer.com )

Gateway inilah yang nantinya akan menghubungkan jaringan local dalam hal ini LAN dengan jaringan public yaitu internet. Sebagai catatan dalam percobaan ini penulis menggunakan Redhat Linux 9, dan Fedora Core 4. Menggunakan koneksi ADSL speedy dengan IP Static ( penulis pun bingung, karena baru pertama kali ini penulis diberikan koneksi ADSL speedy dengan IP Static. :D . Ini nyata.) Sebelumnya paket yang kita butuhkan adalah : rp-pppoe-3.5-27.i386.rpm



Tapi setahu penulis paket tersebut sudah terinstall dalam distro tersebut, untuk mengetahui
apakah pake tersebut sudah terinstall didalamnya login sebagai root :
root@alk.root#rpm -qa | grep pppoerp-pppoe-3.5-27

Perlu diketahui komputer yang akan dijadikan sebagai gateway nanti membutuhkan 2 ethernet card nantinya. Yupz, langsung aja kita menuju pokok pembahasannya. Langkah awal yang harus dilakukan adalah memeriksa apakah kedua ethernet card tersebut sudah terdetek dengan baik:root@alk.root#ifconfig

eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:29:EE:71:11
inet addr:192.168.1.1 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr:
fe80::20c:29ff:feee:7111/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500
Metric:1
RX packets:61 errors:0 dropped:0
overruns:0 frame:0
TX packets:85 errors:0 dropped:0
overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000

RX bytes:6938 (6.7 KiB) TX bytes:10092 (9.8 KiB)
Interrupt:10 Base address:0x1080

eth1 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:29:EE:71:1B
inet addr:192.168.100.1

Bcast:192.168.100.255 Mask:255.255.255.0


inet6 addr:
fe80::20c:29ff:feee:711b/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500
Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0
overruns:0 frame:0
TX packets:21 errors:0 dropped:0
overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000

RX bytes:0 (0.0 b) TX bytes:1796 (1.7 KiB)
Interrupt:9 Base address:0x1400

lo Link encap:Local Loopback

inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host

UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436
Metric:1
RX packets:35 errors:0 dropped:0
overruns:0 frame:0
TX packets:35 errors:0 dropped:0
overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0

RX bytes:2190 (2.1 KiB) TX bytes:2190 (2.1 KiB)
Yup, jika anda
mendapatkan komentar seperti itu silahkan menuju ke tahap selanjutnya. Jika tidak ? Silahkan googling :D~~~.
Langkah berikutnya adalah mengkonfigurasi ethernet card tersebut. Agar nantinya konfigurasi tersebut dapat dijalankan secara otomatis ketika boot. File konfigurasi ethernet dalam linux memiliki penamaan ethx, x ini menandakan pengurutan, jika terdapat 2 ethernet card dalam komputer anda maka, file konfigurasinya adalah eth0 dan eth1. Letak file konfigurasi secara default terdapat dalam :
/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-ethx
Karena nantinya kita akan menggunakan 2 lancard tersebut, maka file yang akan kita konfigurasi adalah :

/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 dan /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1

Sebagai contoh, konfigurasi eth0 yang penulis gunakan adalah sebagai berikut :

DEVICE=eth0

BOOTPROTO=static
BROADCAST=192.168.1.255

HWADDR=00:0C:29:EE:71:11
IPADDR=192.168.1.1

NETMASK=255.255.255.0


NETWORK=192.168.1.0


ONBOOT=yes


TYPE=Ethernet
DEVICE : merupakan
ethernet apa yang akan dikonfigurasi.
BOOTPROTO :
status dari penggunaan ip address, apakah bersifat dynamic ( DHCP ) atau static.
BROADCAST :
alamat broadcast jaringan yang digunakan.
HWADDR : alamat
fisik dari ethernet card tersebut, biasa disebut Mac Address.

IPADDR : alamat ip yang nanti akan digunakan oleh gateway linux. Alamat ini yang nantinya akan berhubungan langsung dengan protol tcp/ip.

NETMASK : subnet mask yang digunakan oleh device eth0. subnet mask ini digunakan untuk membagi jaringan menjadi lebih kecil.
ONBOOT : apakah
nanti akan diproses ketika BOOT ??
Dan konfigurasi eth1 yang digunakan oleh penulis :

DEVICE=eth1
BOOTPROTO=static

BROADCAST=192.168.100.255


HWADDR=00:0C:29:EE:71:1B


IPADDR=192.168.100.1


NETMASK=255.255.255.0


NETWORK=192.168.100.0


ONBOOT=yes


TYPE=Ethernet


Kemudian restart service network.

root@alk.root#/etc/init.d/network restart
Sebelum ke langkah selanjutnya, perlu diketahui bahwa, anda diharuskan untuk mengaktifkan mode bridge pada modem adsl.
Langkah selanjutnya adalah konfigurasi ADSL-nya :
root@alk.root#adsl-setup

# pertama kali akan ditanyakan username yang telah diberikan oleh pihak ISP anda

LOGIN NAME
Enter your Login
Name:
121303xxxxxx@telkom.net
#device yang berhubungan langsung dengan modem adsl anda, dalam hal ini eth1
INTERFACE
Enter the Ethernet interface connected to the ADSL modem
For Solaris, this is likely to be something like /dev/hme0.

For Linux, it will be ethX, where 'X' is a number.


(default eth0):
eth1
# kalo yang ini pilih no aja,
karena ketika demand diaktifkan maka anda tidak bisa
# menggunakan IP yang dynamic

Enter the demand value (default no): no
# DNS yang digunakan, bagian ini bisa diisi nanti. Lewat saja.
# password yang diberikan oleh ISP anda, berbarengan dengan diberikannya username tadi
PASSWORD
Please enter your Password:xxxxxxxx
# pemberian akses kepada user untuk menjalankan/mematikan adsl

USERCTRL
Please enter 'yes' (three letters, lower-case.) if you want to allow normal user to start or stop DSL connection (default yes):
yes
# langkah berikutnya adalah berkenaan dengan firewall disini penulis memilih no 2
The firewall choices are:
0 - NONE: This script will not set any firewall rules. You are responsible for ensuring the security of your machine. You are STRONGLY recommended to use some kind of firewall rules.
1 - STANDALONE: Appropriate for a basic stand-alone web-surfing workstation
2 - MASQUERADE: Appropriate for a machine acting as an Internet gateway for a LAN
Choose a type of firewall (0-2):2

# apakah

akan dijalankan secara otomatis ketika boot ?


Start this connection at boot time

Do you want to start this connection at boot time?


Please enter no or yes (default no):yes

Dan selanjutnya ketik y saja untuk mensave konfigurasi diatas.

Ada beberapa konfigurasi yang perlu dilakukan. Penulis memberikan sedikit konfigurasi tambahan yang diletakkan pada file /etc/rc.local

echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

iptables -A POSTROUTING -j MASQUERADE -t nat -s
192.168.1.0/24 -o ppp0


konfigurasi tersebut digunakan untuk meneruskan paket ip dan melakukan masquerade. Masquerade sendiri merupakan proses membagi bandwith, karena pada dasarnya isp hanya memberikan satu koneksi dengan satu ip, maka agar dapat digunakan secara beramai-ramai maka perlu dilakukan masquerade.

Selanjutnya anda tinggal menambahkan dns server yang diberikan oleh telkom pada file konfigurasi /etc/resolv.conf, yang penulis gunakan adalah 202.134.0.155.

root@alk.root#echo nameserver 202.134.0.155 >

/etc/resolv.conf


root@alk.root#cat /etc/resolv.conf


nameserver 202.134.0.155

Selanjutnya anda tinggal menjalankan adsl-start.

Selamat bersurfing ria. :D~
by : Al-k
alkemail@gmail.com
http://www.ilmuwebsite.com

Tutorial Jaringan Komputer
Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori jaringan dengan judul Konfigurasi Linux sebagai Gateway Internet

Total Pageviews